
Perusahaan Jepang Kunjungi UMMI, Tertarik Rekrut Mahasiswa Fakultas Kesehatan untuk Magang dan Kerja di Jepang
Sukabumi, www.ummi.ac.id — Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) menerima kunjungan dari perwakilan perusahaan Jepang dalam rangka penjajakan kerja sama internasional, khususnya di bidang kesehatan. Kunjungan ini dilaksanakan pada Kamis, (23/04/26), dengan agenda utama meninjau fasilitas laboratorium Fakultas Kesehatan (FKES) UMMI.
Kunjungan tersebut dihadiri langsung oleh Direktur PT. World One Indonesia atau Intellect Group, Yoichiro Ishikawa, yang datang untuk melihat kesiapan sarana dan prasarana pendukung pendidikan tenaga kesehatan, khususnya keperawatan.
Dalam keterangannya, Yoichiro Ishikawa menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk melakukan penilaian awal terhadap institusi yang berpotensi menjadi mitra dalam penyediaan tenaga perawat ke Jepang. “Saya datang ke sini untuk melakukan penyelidikan dan melihat tempat yang bisa menerima bidang perawat,” ujarnya.
Ia mengaku terkesan dengan fasilitas dan kapasitas yang dimiliki FKES UMMI. “Lebih banyak daripada yang saya sangka. Kedudukannya besar, perangkatnya sempurna, dan yang paling mengejutkan adalah jumlah mahasiswa yang mencapai ratusan,” ungkapnya.
Menurutnya, kebutuhan tenaga perawat di Jepang saat ini masih sangat tinggi dan belum sepenuhnya terpenuhi. “Saya berharap banyak mahasiswa dari Indonesia, khususnya UMMI, bisa datang ke Jepang untuk bekerja sebagai perawat. Saat ini memang sudah ada dari beberapa negara, tetapi masih tetap kurang,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga membuka peluang bagi mahasiswa FKES UMMI untuk mengikuti program magang di Jepang sebagai langkah awal sebelum bekerja secara profesional. “Kalau bisa melakukan internship terlebih dahulu, kemudian setelah lulus bisa bekerja di sana. Itu sangat kami harapkan,” tambahnya.
Kunjungan ini menjadi langkah strategis dalam membuka peluang internasional bagi mahasiswa UMMI, khususnya dalam meningkatkan daya saing lulusan di kancah global serta memperluas jaringan kerja sama dengan industri luar negeri.



