Universitas Muhammadiyah Sukabumi
  • Dosen UMMI dan UPI Kembangkan Cara Alami Pengendalian Hama Tikus Padi

Dosen UMMI dan UPI Kembangkan Cara Alami Pengendalian Hama Tikus Padi

  • Administrator
  • 23 Sep 2019
  • Berita Terbaru

Sukabumi - Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Program Studi Kimia Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengembangkan cara pengendalian hama tikus padi di kabupaten Sukabumi. Hal ini didasarkan pada penelitian yang telah dilakukan beberapa peneliti terkait kandungan kimia dalam berbagai jenis minyak atsiri mempunyai aktivitas terhadap mikroba, hama tanaman, serangga vektor patogen pada manusia dan hewan, di antaranya adalah Mentha arvensis dan Mentha piperita (tanaman mint) memiliki efek antifertiliti dan antibakteri, Vetiveria zizanoides (akar wangi) dapat menolak serangga, Cymbopogon nardus (serai wangi) mempunyai aktivitas terhadap bakteri patogen tanaman dan antijamur, serta Rosmarinus officinalis (rosemary) dapat mempengaruhi aktivitas lokomotor tikus dan antibakteri.

Tiga dosen Kimia pengusul program pengabdian ini adalah Lela Lailatul Khumaisah (UMMI), Lela Mukmilah Yuningsih (UMMI), dan Asep Kadarohman (UPI) yang memulai program pengembangan dari Maret sampe November 2018 lalu.

Cara ini dinilai lebih efisien karena minyak atsiri efektif terhadap organisme sasaran, kompatibel, aman dan tidak toksik, sehingga mempunyai potensi yang sangat besar untuk dikembangkan sebagai pestisida nabati (biopestisida).

Tanaman minyak atsiri yang digunakan ada 4 macam, yakni yang pertama dua jenis Mentha (tanaman mint); Mentha arvensis dan Mentha piperita, serai wangi (Cymbopogon nardus), dan rosemary.

Program ini merupakan pengembangan yang telah diinisiasi oleh Kadarohman, A., dkk. (2017) termasuk dosen kimia UMMI, Lela Lailatul Khumaisah di dalamnya yang dilakukan di daerah Cicalengka Kabupaten Bandung. Kemudian dilakukan pemanfaatan tanaman Mentha arvensis dan minyak atsiri lain sebagai kajian ilmu dan perluasan program pengabdian kepada masyarakat khususnya para petani di Desa Sukaresmi Cisaat dan Desa Sasagaran Kebon Pedes, Sukabumi untuk mengendalikan hama padi terutama tikus, sehingga kesinambungan program ini di masa mendatang akan tetap terjaga dan semakin meluas mengingat dampak yang dapat diperoleh masyarakat cukup besar.

Lela Lailatul Khumaisah menuturkan program ini dilakukan mulai dari budidaya tanaman minyak atsiri yang berpotensi sebagai pestisida nabati terutama tikus sebagai tanaman sela tanaman padi sampai memproduksi minyak atsirinya, sehingga diharapkan akan memperoleh keuntungan ganda, yaitu pembasmian hama padi dan tanaman minyak atsiri. Dalam pelaksanaannya digunakan demplot untuk uji coba dan pengaplikasian ilmu kimia minyak atsiri dalam bidang pertanian serta produksi tanaman minyak atsiri.

“Selain berupaya untuk menanggulangi hama padi, dari hasil pendampingan program ini akan dihasilkan beberapa jenis tanaman minyak atsiri yang merupakan komoditas ekspor Indonesia. Harapan di masa yang akan datang, para petani di Desa Sukaresmi Cisaat dan Sasagaran Kebon pedes dapat mengembangkan program ini secara lebih luas sehingga akan mampu juga menjadi sentra penghasil tanaman minyak atsiri, dengan begitu ketersediaan komoditas ini akan terus terjaga mengingat kebutuhan dunia akan minyak atsiri semakin meningkat,” lanjut Lela.