
Kolokium Internasional UMMI-UiTM Soroti Kesehatan Lingkungan, Inovasi Kesehatan Digital, dan Keberlanjutan
Sukabumi, www.ummi.ac.id — Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) bersama Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Pulau Pinang menyelenggarakan One Day International Colloquium pada Rabu, (10/06/26), di Auditorium UMMI. Kolokium ini merupakan bagian dari rangkaian Global Students Mobility Program 2026 yang berlangsung pada 7–13 Juni 2026.
Kolokium menampilkan tujuh pemakalah dari kedua institusi yang terbagi dalam dua sesi presentasi, masing-masing dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Para pemakalah berasal dari kalangan dosen dan mahasiswa UiTM serta dosen UMMI dari Program Studi Kimia dan Fakultas Ilmu Kesehatan.
Empat topik kesehatan lingkungan menjadi sorotan utama: paparan dan dampak asap kebakaran hutan (bushfire smoke), risiko kesehatan partikel halus dari aerosol berbasis nano, perubahan aliran limbah dan risiko yang menyertainya, serta penegakan kebijakan pengendalian tembakau dan vape. Keempat topik tersebut dipaparkan oleh para pemateri dari UiTM Cawangan Pulau Pinang, yaitu Dr. Nurhidayah Sabri, Dr. Siti Nurshahida Nazli, Dr. Tengku Nilam Baizura binti Tengku Ibrahim, dan Ooi Yong Shen. Secara keseluruhan, keempat paparan menegaskan bahwa beragam paparan lingkungan mulai dari asap, partikel nano, aliran limbah, hingga produk tembakau mengancam kesehatan manusia melalui mekanisme yang sebagian besar serupa, yaitu stres oksidatif dan peradangan. Hal ini menggarisbawahi pentingnya pemantauan kualitas lingkungan, deteksi dini, serta kebijakan kesehatan lingkungan yang berbasis bukti untuk melindungi kelompok rentan.
Pada sesi kedua, kolokium menyoroti inovasi di bidang kesehatan dan keberlanjutan. Dr. Ria Andriani, M.Kep., Sp.Kep.An., dari UMMI memperkenalkan SETARA (Selfcare Talasemia Remaja), aplikasi perawatan diri (self-care) digital bagi “Thalers”. Aplikasi ini mengusung filosofi “Setara Semangatnya, Setara Sehatnya, Setara Sejahteranya”. Pada sesi yang sama, Dr. Salih Muharam dari Program Studi Kimia UMMI memaparkan “Water Defense for Sustainable Life and Environment”. Paparan ini menyoroti krisis kelangkaan air global beserta dampak sosial, kesehatan, dan lingkungannya, serta menawarkan solusi pengelolaan air berkelanjutan.
Topik-topik kesehatan lingkungan pada sesi pertama dan inovasi kesehatan remaja melalui SETARA terhubung oleh benang merah stres oksidatif, membentuk alur pembahasan dari ancaman lingkungan terhadap tubuh menuju bagaimana tubuh yang rentan membangun ketahanan dan mengelola dirinya. Paparan tentang pertahanan air memperluas diskusi ke arah keberlanjutan lingkungan. Ketiga benang merah ini sejalan dengan tema program, “Empowering Global Perspectives in Science, Health, and Sustainability”.
Rangkaian kolokium diikuti sesi jejaring akademik (networking) yang membuka peluang kolaborasi riset lanjutan antarpeneliti kedua institusi. Kegiatan ini menegaskan komitmen UMMI dalam mendorong publikasi ilmiah dan kerja sama internasional yang berdampak.



