
Himpunan Mahasiswa Biologi UMMI Sukses Jadi Tuan Rumah Rakor IKAHIMBI Jawa 1
Sukabumi, ummi.ac.id – Di penghujung Semester Ganjil, tanggal 19-20 Januari 2019. Himpunan Mahasiswa Biologi Universitas Muhammadiyah Sukabumi (HIMABIO UMMI) menjadi tuan rumah kegiatan Rapat Koordinasi Wilayah Ikatan Himpunan Mahasiswa Biologi Indonesia (IKAHIMBI) Jawa 1 Wilayah Kerja III Periode 2017-2019 (RAKORWIL IKAHIMBI Jawa 1 WILKER II).
Ikatan Mahasiswa Biologi Indonesia (IKAHIMBI) merupakan sebuah Ikatan Organisasi Mahasiswa Sejenis (IOMS) yang mewadahi seluruh Himpunan Mahasiswa Biologi (HIMABIO) yang terdapat di seluruh Indonesia. IKAHIMBI dibentuk atas dasar keinginan bersama seluruh mahasiwa biologi di Indonesia untuk mengembangkan dan memajukan biologi serta untuk melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi.
Agar mempermudah jalur koordinasi, IKAHIMBI dibagi atas 11 wilayah Kerja yang tersebar di seluruh Indonesia. Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) masuk ke dalam wilayah Jawa 1 Wilayah Kerja 3 yang di dalamnya terdapat empat provinsi, diantaranya Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Kalimantan Barat yang terdiri dari 32 Universitas.
Kegiatan RAKORWIL dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada hari Sabtu dan Minggu, 19 dan 20 Januari 2019. Dengan Tema "Reformasi Aksi Menuju IKAHIMBI yang Bersinergi". Yang dihadiri oleh 15 dari total 32 Universitas yang Ada di Jawa 1.
Kegiatan ini bertujuan sebagai wadah evaluasi tengah periode bagi pengurus IKAHIMBI Wilker III periode 2017-2019. Acara pembukaan dihadiri oleh tamu undangan yang mencakup Organisasi Mahasiswa di ruang lingkup UMMI dan dibuka oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Dr. Sakti Alamsyah, M.Pd.
Bukan hanya rapat saja, dalam kegiatan ini dilengkapi dengan gala dinner, api unggun, malam keakraban dan diakhiri dengan rekreasi ke daerah Objek Wisata Situ Gunung. Andri Kurnia Rahmatullah selaku ketua HIMABIO UMMI mengatakan,”kegiatan RAKORWIL ini, selain untuk wadah evaluasi IKAHIMBI Jawa 1 di tengah periode, akan tetapi sekaligus memperkenalkan Universitas Muhammadiyah Sukabumi dan memperkenalkan objek wisata yang ada di Sukabumi kepada Mahasiswa Biologi yang tergabung dalam IKAHIMBI Jawa 1”.
Serangkaian kegiatan RAKORWIL berjalan dengan baik, para peserta menikmati dan menjalankan kegiatan dengan baik, kesuksesan kegiatan ini tidak lepas dari para panitia meskipun keesokan hari sesudah kegiatan berakhir, mereka menjalankan Ujian Akhir Semester (UAS).
Kemudian Ketua Pelaksana RAKORWIL Sri Wahyuni menambahkan “Ini merupakan acara yang luar biasa dan diluar ekspektasi dan tentunya sangat mengesankan. Meskipun peserta yang awalnya ditargetkan 100 peserta, akan tetapi 80 peserta yang dapat hadir itu sudah luar biasa sekali karena memang secara akses sendiri Sukabumi cukup sulit untuk ditempuh, namun letaknya yang strategis membuat rekan-rekan dari DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat dapat hadir. Meskipun mengadakan acara ini itu benar-benar membutuhkan kepanitiaan yg solid dan luar biasa, makanya kegiatan ini benar-benar luar biasa" Jelasnya.
Teman-teman IKAHIMBI pun sangat mengapresiasi acara kali ini karena panitia menyuguhkan konsep acara RAKORWIL yang sangat berbeda dari kampus-kampus lain. "Baru pertama kali acara RAKORWIL semewah ini" ujar mereka.
Ketua Program Studi Pendidikan Biologi UMMI, Billyardi Ramdhan, S.Pd., M.Si. berpesan bahwa IKAHIMBI seterusnya harus maju dan harus bisa melihat dimana peluang IKAHIMBI ini dan harus lebih eksis dan bagaimanapun caranya harus selalu terlihat bahwa IKAHIMBI ini ada. "Harus selalu eksis, harus selalu melihat peluang, dan bagaimana caranya IKAHIMBI ini juga jika ada acara dan kegiatan-kegiatan seperti dikti itu harus menjadi gerda terdepan". Jelasnya
Hasil dari Rakorwil ini yaitu ditetapkan langkah-langkah strategis yang akan dilaksanakan oleh IKAHIMBI Wilker IV ke depan baik dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, hingga media informasi. Diharapkan IKAHIMBI dapat menjadi wadah silaturrahmi antara mahasiswa Biologi Indonesia dalam bertukar pikiran sekaligus menghimpun kekuatan untuk bersama-sama mengawal masalah Biologi terutama konservasi di Indonesia.






