
ZAKAT FITRAH
Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim yang mampu karena menjumpai bulan Ramadlan dan bulan Syawal. Zakat fitrah disyari’atkan khusus untuk umat Muhammad saw., dan mulai diwajibkan pada tahun dua hijriyah.
Hukum Zakat Fitrah
Zakat fitrah berhukum wajib atas setiap muslim, baik laki-laki atau perempuan, besar atau kecil, merdeka atau hamba, yang telah memenuhi syarat wajibnya.
Dalil Zakat Fitrah
Dalil kewajiban zakat fitrah adalah;
firman Allah swt:
ÙˆÙŽØ£ÙŽÙ‚ÙÂÂÙÅ Ù…ÙÂÂواْ ٱلصَّلاَةَ وَآتÙÂÂواْ ٱلزَّكَاةَ وَٱرْكَعÙÂÂواْ مَعَ ٱلرَّاكÙÂÂعÙÂÂÙÅ Ù†َ (البقرة: 43)
“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'.” (QS. Al Baqarah: 43)
hadist Nabi saw.:
بÙÂÂÙ†ÙÂÂÙÅ ÙŽ اْلإÙÂÂسْلاَم٠عَلٰى خَمْسÙÂÂ: شَهَادَة٠أَÙ†ْ ﻵ Ø¥ÙÂÂلٰـهَ Ø¥ÙÂÂلاَّ الله٠وَأَÙ†َّ Ù…ÙÂÂØÂÂَمَّدًا رَسÙÂÂوْل٠اللهÙÂÂØŒ ÙˆÙŽØ¥ÙÂÂقَام٠الصَّلاَةÙÂÂØŒ ÙˆÙŽØ¥ÙÂÂÙÅ ْتَاء٠الزَّكَاةÙÂÂØŒ وَالْØÂÂَجّÙÂÂØŒ وَصَوْم٠رَمَضَاÙ†َ. (رواه البخارÙÅ ومسلم)
“Islam didirikan atas lima (dasar): penyaksian bahwa tiada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusanNya, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, menunaikan Haji, dan puasa Ramadlan.” (HR. Bukhori-Muslim)
Syarat Wajib Zakat Fitrah
Syarat wajib zakat fitrah ada tiga:
1. Beragama Islam.
Bagi orang kafir tidak wajib membayar zakat. Adapun bagi orang murtad, kewajiban zakatnya ditangguhkan sampai ia kembali masuk Islam.
2. Menjumpai akhir bulan Ramadlan dan awal bulan Syawal.
Bagi orang yang meninggal sebelum matahari terbenam pada akhir bulan Ramadlan tidak wajib membayar zakat, begitu pula bagi anak yang terlahir setelah matahari terbenam.
3. Mempunyai makanan, harta atau nilai uang yang ‘melebihi’ kebutuhan selama sehari-semalam pada hari raya idul Fitri, baik untuk dirinya sendiri atau keluarganya.
Standart ‘melebihi’ disini tidak mencakup pada kebutuhan pokok manusia; seperti rumah, baju, atau makanan. Sehingga, apabila seseorang pada saat hari raya idul Fitri tidak mempunyai kelebihan, maka tidak wajib baginya membayar zakat.
Ketentuan Zakat Fitrah
Dalam membayar zakat ada tiga ketentuan:
1. Zakat harus berupa makanan pokok; semisal beras.
2. Zakat berupa makanan pokok yang berlaku umum di lingkungan orang yang mengeluarkan zakat (qutil balad). Jika dalam satu lingkungan terdapat dua makanan pokok atau lebih, maka yang dipilih adalah yang paling banyak dikonsumsi.
3. Zakat diberikan pada orang yang berhak menerima zakat (mustahiq) di lingkungannya.
Kadar Zakat Fitrah
Kadar zakat adalah satu sho’, berdasarkan hadits Nabi saw.:
ÙÂÂَرَضَ رَسÙÂÂول٠الله٠صَلَّى الله٠عَلَÙÅ ْه٠وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْÙÂÂÙÂÂطْر٠صَاعًا Ù…ÙÂÂÙ†ْ تَمْر٠أَوْ صَاعًا Ù…ÙÂÂÙ†ْ شَعÙÂÂÙÅ ر٠عَلَى الْعَبْد٠وَالْØÂÂÙÂÂرّ٠وَالذَّكَر٠وَاْلأÙÂÂÙ†ْثَى وَالصَّغÙÂÂÙÅ ر٠وَالْكَبÙÂÂÙÅ ر٠مÙÂÂÙ†ْ الْمÙÂÂسْلÙÂÂÙ…ÙÂÂÙÅ Ù†َ وَأَمَرَ بÙÂÂهَا Ø£ÙŽÙ†ْ تÙÂÂؤَدَّى قَبْلَ Ø®ÙÂÂرÙÂÂوج٠الÙ†َّاس٠إÙÂÂلٰى الصَّلاَةÙÂÂ. (رواه البخارÙÅ )
“Nabi saw. telah menetapkan zakat fitrah, yakni satu sho’ kurma atau gandum, atas hamba sahaya dan orang merdeka, lelaki dan perempuan, kanak-kanak dan dewasa, dari kaum muslimin. Nabi juga memerintahkan agar zakat ditunaikan sebelum manusia keluar untuk melaksanakan shalat (idul Fitri).” (HR. Bukhori)
Mengenai ukuran satu sho’ terdapat perbedaan pendapat di kalangan Fuqoha’:
– Menurut Imam Syafi’i, Fuqoha’ Hijaz dan Imam As-Syaibani: satu sho’ adalah 2175 gram atau 2,175 Kg
– Menurut Kiai M. Ma’sum dalam kitab Fatkhul Qodir: satu sho’ adalah 2719 gram atau 2,719 Kg,
– Menurut sekelompok Ulama’: satu sho’ adalah 2,75 Kg.
Perbedaan di atas terjadi sebab pada asalnya ukuran satu sho’ adalah empat kali kedua telapak tangan laki-laki sedang, kemudian setelah para Ulama’ berijtihad menentukan kadarnya dengan ukuran yang lain, maka terjadilah perbedaan sebagaimana tersebut di atas.
Waktu Penyerahan Zakat Fitrah
Penyerahan zakat dapat dilakukan dalam waktu-waktu berikut ini;
1. Waktu jawaz, yakni hari-hari awal bulan Ramadlan,
2. Waktu wajib, yakni semenjak matahari terbenam pada akhir bulan Ramadlan sampai sebelum dilaksanakan shalat idul Fitri,
3. Waktu sunah, yakni sebelum pelaksanaan shalat idul Fitri,
4. Waktu makruh, yakni mulai setelah dilaksanakannya shalat idul Fitri sampai sebelum matahari terbenam,
5. Waktu haram, yakni setelah terbenamnya matahari pada hari idul Fitri.
wallahu a'lam bishawab
Pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat



