
UMMI Gelar Soft Launching Pusat Riset Unggulan IPTEKS dan Sosialisasi KKN OVOD 2026
Sukabumi, www.ummi.ac.id – Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) menggelar kegiatan Soft Launching Pusat Riset Unggulan IPTEKS UMMI yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Program KKN One Village One Department (OVOD) Tahun 2026, pada Jumat, (27/02/26), bertempat di kampus UMMI.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis UMMI dalam memperkuat kontribusi riset dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendukung pemenuhan indikator akreditasi institusi berbasis kampus berdampak.
Wakil Rektor I UMMI, Dr. Asep Muhamad Ramdan, S.E., M.M., dalam sambutannya menegaskan pentingnya keberadaan pusat riset unggulan sebagai fondasi pengakuan hasil penelitian oleh masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Dr. Asep menjelaskan bahwa dalam instrumen akreditasi terbaru, salah satu indikator penting penilaian program studi unggul adalah pengakuan masyarakat terhadap hasil riset. Oleh karena itu, UMMI perlu memiliki pusat riset unggulan yang terstruktur dan diakui oleh mitra eksternal.
Ia menegaskan bahwa pusat studi harus berasal dari fakultas dan menaungi seluruh program studi yang relevan agar arah kajian dan riset menjadi jelas dan terintegrasi. Ke depan, setiap pusat riset tidak hanya dituntut menghasilkan penelitian, tetapi juga harus memiliki pengakuan resmi dari lembaga eksternal, seperti BRIN.
“Sebagus apa pun riset yang dilakukan, jika tidak ada pengakuan dari pihak luar, maka belum dianggap unggul. Ke depan, yang dinilai bukan hanya output, tetapi pengakuan nasional dan internasional,” tegasnya.
Terkait program KKN One Village One Department (OVOD), Dr. Asep menyampaikan bahwa gagasan awal program ini berangkat dari keinginan pimpinan universitas agar UMMI memberikan kontribusi nyata bagi Kabupaten Sukabumi, setelah lebih dari dua dekade berdiri.
Seiring perkembangan kebijakan akreditasi, OVOD kini menjadi syarat perlu akreditasi institusi, khususnya dalam pemenuhan indikator kepemilikan desa binaan. Program OVOD juga sejalan dengan konsep kampus berdampak, yang menekankan adanya peningkatan nyata dan terukur di desa dampingan.
Ia menekankan bahwa setiap program OVOD harus memiliki target jangka waktu yang jelas, indikator capaian tahunan dan bukti peningkatan kondisi desa, baik dari sisi ekonomi, pendidikan, kesehatan, lingkungan, maupun UMKM
Sebagai contoh, ia menyebutkan program penguatan UMKM, pengelolaan sampah, literasi ekonomi, dan layanan dasar harus menunjukkan perubahan konkret, seperti peningkatan skala usaha, kapasitas pengetahuan, atau kinerja desa. Selain itu OVOD mendorong kolaborasi lintas program studi, khususnya dalam satu rumpun keilmuan, agar dampak program lebih optimal dan terarah.
“Program yang kita bawa ke desa harus benar-benar berdampak. Harus terlihat ada peningkatan, itulah yang menjadi nilai akreditasi dan esensi pengabdian,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, UMMI menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem riset unggulan dan pengabdian masyarakat yang terintegrasi, berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.



