
Pengabdian Dosen UMMI di Aisyiyah Gegerbitung: Penguatan Literasi dan Teknik Irigasi untuk Tanaman Obat Rumahan
Sukabumi, www.ummi.ac.id – Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan pada 17 Februari 2026 di Aisyiyah Gegerbitung menghadirkan program bertajuk Penguatan Budaya Literasi Masyarakat dan Penerapan Teknik Irigasi Penyiraman untuk Tanaman Obat Rumahan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh dosen Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), yaitu Dr. Fenty Sukmawaty, M.Hum., Dr. Yuni Sri Wahyuni, M.T., dan Wanda Mahaputri.
Program pengabdian Aisyiyah ini mengusung misi strategis untuk membangun kemandirian keluarga melalui optimalisasi tanaman obat keluarga (TOGA) yang berbasis pada literasi budaya. Fokus utama kegiatan ini adalah menjembatani antara efisiensi teknologi modern dan kearifan masa lalu demi terciptanya ketahanan kesehatan mandiri di tingkat rumah tangga.
Optimalisasi Teknis melalui Sistem Irigasi Efisien
Pada sesi pertama, Dr. Yuni Sri Wahyuni, M.T. memberikan pemaparan mendalam mengenai aspek teknis pemeliharaan tanaman yang berkelanjutan. Beliau menyoroti pentingnya penerapan teknik irigasi penyiraman yang efektif, khususnya untuk pengelolaan tanaman pada skala pekarangan yang seringkali memiliki keterbatasan lahan dan sumber daya.
Penjelasan ini dirancang agar masyarakat tidak hanya sekadar menanam, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dalam mengelola sistem pengairan yang lebih presisi. Dengan teknik yang tepat, penggunaan sumber daya air dapat menjadi lebih hemat dan efisien, sehingga tanaman obat dapat tumbuh secara optimal tanpa menambah beban biaya perawatan harian.
Revitalisasi Literasi melalui Naskah Kuno
Melengkapi sisi teknis tersebut, sesi berikutnya disampaikan oleh Dr. Fenty Sukmawaty, M.Hum. yang membawa perspektif humaniora yang menarik. Beliau memaparkan pentingnya penguatan budaya literasi dengan menggali kembali teknik penanaman yang bersumber dari naskah-naskah kuno Nusantara.
Materi ini membuka wawasan bahwa berbagai kearifan lokal yang tertulis berabad-abad lalu mengenai pengobatan dan botani masih sangat relevan untuk diadaptasi pada masa kini. Upaya ini tidak hanya sebatas aktivitas berkebun, tetapi juga menjadi langkah nyata untuk mengajak masyarakat kembali mengenal, mencintai, dan menjaga kekayaan literasi warisan leluhur yang hampir terlupakan.
Harmonisasi Ilmu untuk Pemberdayaan Masyarakat
Melalui kegiatan ini terlihat adanya perpaduan yang harmonis antara teknologi penyiraman modern dan kedalaman ilmu pengetahuan tradisional. Program pengabdian di Aisyiyah Gegerbitung ini berupaya memberdayakan masyarakat agar tidak hanya memiliki kemampuan teknis dalam mengelola tanaman obat, tetapi juga menumbuhkan kebanggaan budaya dalam menjaga kelestarian tanaman obat di lingkungan mereka.
Kegiatan ini menjadi tahap awal dalam proses sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Sebagai tindak lanjut, program pengabdian ini akan dilanjutkan dengan sesi praktik lapangan secara langsung agar setiap peserta dapat mengimplementasikan teknik irigasi serta metode penanaman tanaman obat secara mandiri di rumah masing-masing.



