
Mahasiswa PBSI UMMI Ikuti Uji Komprehensif Berbasis Lisan
Selasa, 26 Mei 2016, pagi-pagi sekitar pukul tujuh lebih sedikit, nampak beberapa mahasiswa berpakaian seragam (celana/rok hitam dan baju putih) sedang membaca lembaran-lembaran kertas di depan ruang C8 Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Tidak lama kemuadian mulai berdatangan kembali teman-teman mereka yang sama-sama menggunakan seragam rapi putih hitam.
Mereka adalah mahasiswa mahasiswi semester delapan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) yang akan mengikuti Uji Komperhensif. Uji komperhensif ini merupakan ujian yang harus ditempuh oleh seluruh mahasiswa UMMI Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Untuk PBSI sendiri, ujikomperhensif ini dilakukan secara lisan dimana setiap perserta akan ditanya langsung seputar materi-materi ataupun ilmu-ilmu yang selama ini telah mereka dapatkan selama mengikuti perkuliah di Kampus UMMI.
Tiba pada waktunya, satu persatu dari mereka memasuki ruang persidangan, merekamulai diuji wawasannya, baik dari segi pendidikan, bahasa, dan juga sastra. Setiap orang mendapatkan waktu pengujian yang berbeda-beda, ada yang setengah jam, empat puluh menit, bahkan ada juga yang cuman lima menit lebih sedikit, tergantung kemampuan dan juga dosen pengujinya. “Soal waktu tidak ada yang sama, ada yang kebagina tiga pulum menit, ada yang sepuluh menit, bahkan ada juga yang cuman lima menit lebih, soalnya itu bergantung pada kemampuan dan juga dosen pengujinya”, ujar Ganjar, salah satu mahasiswa yang mengikuti uji komprehensif.
Kegiata Uji Komprehensif ini ikut mempengaruhi nilai kelulusan mahasiswa, karena ujikomprehensif ini sendiri isinya me-review ingatan dan pengetahuan mahasiswa yang selama ini telah mereka pelajari.



