
Seminar Nasional Bioteknologi dan Pembelajaran Biologi
Sukabumi, 18 April 2014. Program Studi Pendidikan Biologi bersama Himpunan Mahasiswa Biologi (HIMA BIO) mengadakan Seminar Nasional Bioteknologi dan Pembelajaran Biologi. Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Auditorium Universitas Muhammadiyah Sukabumi itu dihadiri oleh sekitara 160 peserta. Mereka terdiri dari mahasiswa biologi, pelajar IPA SMA, juga pelajar IPA SMP dari dari Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Pada kesempatan itu, Dr. rer. nat. Adi Rahmat, M. Si. selaku pemateri pertama menegaskan, “pembelajaran adalah ujung tombak sistem pendidik yang merupakan “MEDIA” untuk mengembangkan masyarakat berbasis pengetahunan dan mengembangkan IPTEKS”.
Anggota tim akademik sertifikasi guru Kemendikbud itu juga mnambahkan, pembelajaran bioteknologi harus mengakomodasi perkembangan ipteks terkini dan berada dalam perspektif psikologi kognitif.
Selain itu, Sistiana Windyariani, M.Pd. yang membawakan judul “Assement Alternative Untuk menilai pembelajaran bioteknologi” menganalogikan, “Guru itu ibarat koki, peserta didik adalah masakannya, sedangkan mangases adalah proses pembuatan masakan sampai jadi masakan sebelum dihidangkan kepada konsumen. Sehingga ketika masakan tersebut kurang bumbu, maka masih bisa ditambahkan lagi sebelum dinilai oleh konsumen, karena masakannya belum jadi.
Tetapi ketika masakan itu sudah dihidangkan pada konsumen, maka koki sudah tidak bisa menambahkan bumbu lagi karena masakan sudah jadi.
Oleh karena itu, mengases adalah hal yang sangat penting dilakukan oleh semua guru.
Kegiatan seminar nasional teusebut juga turut dimeriahkan oleh pentas dari UKM Karawitan Asmarandana, UKM yang membidangi seni dan budaya sunda tersebut menampilkan performa yang luar biasa.
Diharapkan setelah peserta seminar selesai mengikuti seminar nasional ini mampu mengimplementasikan cara membelajarkan bioteknologi kepada peserta didiknya, dan juga peserta mampu mengases peserta didik menggunakan Assessment Alternative yang pemateri jelaskan.



