
Workshop Kebhinekaan dan Bela Negara PPG UMMI Bekali Calon Guru Berkarakter dan Berjiwa Nasionalisme
Sukabumi, www.ummi.ac.id – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) menggelar Upacara Pembukaan Workshop Kebhinekaan dan Bela Negara Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 pada Sabtu (06/06/2026) di lingkungan Universitas Muhammadiyah Sukabumi. Kegiatan ini mengusung tema “Menguatkan Semangat Bela Negara dan Kebhinekaan untuk Mewujudkan Guru Profesional, Berkarakter, dan Berkemajuan.”
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG), dosen, serta jajaran pimpinan UMMI. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan calon guru agar tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter kebangsaan, jiwa kepemimpinan, serta komitmen dalam menjaga nilai-nilai kebhinekaan.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I UMMI, Dr. Asep Muhamad Ramdan, S.E., M.M., menegaskan bahwa pendidikan bela negara memiliki peran strategis dalam membentuk karakter calon pendidik.
“Sebagai calon guru, pendidikan bela negara ini sangat penting. Yang pertama harus ditanamkan adalah cinta tanah air, berpegang pada nilai-nilai Pancasila, serta memahami dan mengamalkan Undang-Undang Dasar dalam kehidupan sehari-hari,” ujar beliau.
Menurut beliau, guru merupakan ujung tombak pembentukan karakter generasi bangsa. Oleh karena itu, calon guru harus mampu menjadi teladan bagi peserta didik melalui sikap, perilaku, dan nilai-nilai yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Anda adalah ujung tombak pembentukan karakter. Bagaimana bisa membentuk karakter peserta didik jika tidak memiliki karakter yang baik. Karena itu, bekal yang diperoleh dalam workshop ini harus menjadi landasan ketika nanti berhadapan dengan siswa,” jelas beliau.
Selain menanamkan nilai nasionalisme dan kebhinekaan, beliau juga menekankan pentingnya keteladanan dan kedisiplinan sebagai karakter utama seorang pendidik.
“Seorang guru harus menjadi teladan atau panutan. Keteladanan terlihat dari perilaku, cara berkomunikasi, hingga penampilan yang rapi dan profesional. Di samping itu, disiplin juga harus menjadi kebiasaan karena guru memiliki tanggung jawab untuk mendidik dan memberikan contoh yang baik kepada peserta didiknya,” tuturnya.
Beliau berharap melalui workshop ini para calon guru dapat memiliki mental yang kuat, sikap disiplin yang tinggi, serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai kebhinekaan dan bela negara dalam dunia pendidikan.
“Guru adalah profesi yang sangat mulia dan memiliki peran besar dalam membangun masa depan bangsa. Semoga seluruh peserta dapat memanfaatkan kegiatan ini sebagai bekal untuk menjadi guru profesional, berkarakter, dan berkemajuan,” pungkas beliau.
Melalui kegiatan ini, FKIP UMMI terus berkomitmen mencetak calon guru yang unggul secara kompetensi, kuat dalam karakter, serta mampu menjadi agen perubahan dalam membangun generasi bangsa yang berakhlak, toleran, dan cinta tanah air.



