
UMMI Gelar Pelatihan Penyusunan Dokumen SPMI Berbasis Risiko
Sukabumi, www.ummi.ac.id — Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) menyelenggarakan Pelatihan Penyusunan Dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Berbasis Risiko sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39 Tahun 2025, Kamis (09/04/2026).
Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Tria Antika Endah Permatasari, S.K.M., M.K.M. sebagai pemateri, dengan moderator Dr. Suhendar, M.Pd., selaku Ketua Badan Penjaminan Mutu (BPM) UMMI. Pelatihan ini diikuti oleh jajaran pimpinan fakultas, gugus mutu, serta unit terkait di lingkungan UMMI.
Dalam sambutannya, Rektor UMMI Dr. Reny Sukmawani, M.P., menyampaikan apresiasi atas kehadiran narasumber serta menegaskan pentingnya pelatihan ini dalam mendukung transformasi mutu institusi.
“Terima kasih atas kesediaan Prof. Tria untuk berbagi pengetahuan terkait penyusunan dokumen SPMI berbasis risiko. Ini menjadi anugerah bagi kami dan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Beliau juga menekankan bahwa tahun 2026 merupakan momentum transformasi bagi UMMI setelah melewati fase akselerasi pada tahun akademik 2025–2026.
“Tahun ini merupakan tahun transformasi UMMI. Salah satu fokus utama kami adalah peningkatan akreditasi menuju unggul,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rektor mengungkapkan bahwa dari 25 program studi yang dimiliki UMMI, saat ini baru lima program studi yang terakreditasi unggul. Oleh karena itu, diperlukan kerja kolektif dan strategi yang terintegrasi di tingkat fakultas.
“Peran fakultas sangat penting dalam mendorong capaian akreditasi unggul. Tidak bisa hanya program studi yang bergerak sendiri, tetapi harus ada strategi dan sinergi di tingkat fakultas,” tegasnya.
Beliau juga menyoroti adanya perubahan instrumen akreditasi yang menuntut penyesuaian strategi serta penguatan dokumen mutu berbasis risiko.
“Dengan adanya instrumen baru, kami memerlukan bimbingan agar dapat memenuhi persyaratan dan mempercepat pencapaian akreditasi unggul,” tambahnya.
Rektor turut mendorong peningkatan komunikasi dan kolaborasi antara dekan dan gugus mutu agar hasil pelatihan dapat segera diimplementasikan.
“Kami berharap seluruh dekan dan gugus mutu dapat bergerak cepat, berkolaborasi aktif, dan langsung menindaklanjuti hasil pelatihan ini dalam penyusunan dokumen mutu,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, UMMI menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem penjaminan mutu internal berbasis risiko sebagai langkah strategis menuju capaian akreditasi unggul dan peningkatan reputasi institusi di tingkat nasional



