
Dosen UMMI Ratna Istianah Raih Doktor Ilmu Politik, Usung Gagasan Traceability Pemilu
Sukabumi, www.ummi.ac.id — Perjalanan akademik Ratna Istianah, dosen Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), menjadi bukti nyata perjuangan intelektual dalam menjaga kemurnian suara rakyat melalui gagasan traceability pemilu atau keterlacakan proses rekapitulasi suara.
Putri daerah Sukabumi yang juga dikenal sebagai pendiri Sukabumi Sukabuku ini berhasil menuntaskan studi doktoralnya di bidang Ilmu Politik di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, dengan capaian IPK sempurna 4,00. Disertasi yang ia susun lahir dari pengalaman panjangnya selama terlibat langsung dalam penyelenggaraan pemilu.
Disertasi tersebut dipromotori oleh Prof. Armin, dengan penguji eksternal Prof. Dr. Ma'mun Murod Al-Barbasyi. Turut hadir dalam tim penilai (penguji internal) Prof. Muhammad, S.IP., M.Si., yang merupakan mantan Ketua Bawaslu RI sekaligus mantan Ketua DKPP.
Selama lima tahun menjabat sebagai Komisioner KPU Kota Sukabumi, Ratna menyaksikan langsung bahwa proses rekapitulasi suara sering kali belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat. Menurutnya, tantangan utama demokrasi tidak hanya terletak pada proses pemungutan suara, tetapi juga pada bagaimana suara tersebut dijaga hingga tahap penetapan hasil.
“Orang datang ke TPS dengan harapan besar. Tapi setelah mencoblos, proses rekapitulasi jarang benar-benar dipahami masyarakat,” ujarnya.
Dari dari pengalaman tersebut, Ratna mengembangkan gagasan traceability pemilu, yaitu konsep yang menekankan bahwa setiap tahapan dalam proses pemilu harus dapat ditelusuri, diverifikasi, dan diuji secara terbuka oleh publik.
Beliau menilai bahwa transparansi selama ini masih terbatas pada keterbukaan informasi dan pemberian sanksi, tanpa didukung sistem yang memungkinkan masyarakat benar-benar menelusuri alur perhitungan suara secara nyata.
“Transparansi saja tidak cukup. Proses pemilu harus bisa ditelusuri dari awal hingga akhir agar kepercayaan publik benar-benar terbangun,” tegasnya.
Perjalanan akademik tersebut tidaklah mudah. Ratna harus menempuh studi jauh dari keluarga di Sukabumi, melakukan penelitian lapangan di berbagai daerah di Jawa Barat seperti Majalengka, Sumedang, dan Subang, serta menyusun disertasi yang mengkaji tata kelola Pemilu Legislatif 2024 dari aspek transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat.
Di tengah kesibukan akademiknya, Ratna tetap menjalankan perannya sebagai dosen di UMMI. Baginya, ilmu yang diperoleh harus kembali ke masyarakat dan menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman demokrasi.
Beliau meyakini bahwa kualitas demokrasi Indonesia sangat ditentukan oleh tingkat kepercayaan publik terhadap proses pemilu, khususnya pada tahapan rekapitulasi suara.
“Demokrasi bukan hanya soal siapa yang menang, tetapi apakah prosesnya bisa dipercaya dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Perjalanan Ratna Istianah menjadi simbol kontribusi nyata dosen UMMI dalam memperkuat demokrasi melalui pendekatan ilmiah. Dari pengalaman sebagai penyelenggara pemilu hingga meraih gelar doktor, ia membawa satu gagasan besar: bahwa suara rakyat harus dapat ditelusuri, dijaga, dan dipastikan sampai ke hasil akhir tanpa celah.
Dari Sukabumi ke Makassar, Ratna membuktikan bahwa perjuangan menjaga demokrasi tidak hanya dilakukan di lapangan, tetapi juga melalui ilmu pengetahuan dan gagasan yang mampu memperbaiki sistem pemilu di Indonesia.
Sumber: Fajarsukabumi.com
https://www.fajarsukabumi.com/politik/1452488967/perjuangan-ratna-istianah-mengawal-traceability-pemilu-dari-pengalaman-kpu-hingga-gagasan-ilmiah



