
UMMI Gelar Gebyar Bahasa dan Sastra Indonesia ke-13: Wadah Kreativitas dan Cinta Bahasa
Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) melalui Himpunan Mahasiswa Bahasa Indonesia (HMBI) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) kembali menyelenggarakan Gebyar Bahasa dan Sastra Indonesia ke-13 pada hari Selasa, (28/10/25), bertempat di Auditorium UMMI. Kegiatan ini digelar dalam rangka menyemarakkan Bulan Bahasa, yang setiap tahunnya menjadi momentum penting untuk merayakan kekayaan bahasa dan sastra Indonesia.
Dalam laporannya, Ketua Pelaksana Astriana Srikandi menjelaskan bahwa Gebyar Bahasa dan Sastra Indonesia tahun ini menghadirkan rangkaian perlombaan dan seminar yang bertujuan untuk menumbuhkan minat serta meningkatkan kemampuan berbahasa dan bersastra di kalangan pelajar. Ia menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi ruang apresiasi dan ekspresi bagi peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Rangkaian lomba dilaksanakan dengan dua metode, yakni daring dan luring. Perlombaan daring berlangsung pada 20 hingga 26 Oktober 2025, mencakup kategori baca puisi, cipta puisi, dan mendongeng yang diikuti oleh peserta tingkat SMP/MTs serta SMA/SMK sederajat dari berbagai daerah di Indonesia. Sementara itu, perlombaan luring berupa Lomba Debat Bahasa Indonesia diikuti oleh perwakilan sekolah dari wilayah Bogor, Cianjur, dan Sukabumi, yang digelar di Aula Universitas Muhammadiyah Sukabumi tepat pada hari pembukaan, 28 Oktober 2025. Antusiasme peserta terlihat tinggi, mencerminkan semangat pelajar untuk berkompetisi sekaligus memperdalam kecintaan mereka terhadap bahasa Indonesia.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, panitia juga akan menyelenggarakan Seminar Nasional pada 30 Oktober 2025 dengan tema “Implementasi Pembelajaran Mendalam Berbasis AI”. Seminar ini menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi pendidikan yang akan membahas peran teknologi kecerdasan buatan dalam pengembangan pembelajaran bahasa.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor II UMMI, Dr. Ike Rachmawati, M.Si., memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kegiatan Gebyar Bahasa dan Sastra Indonesia bukan hanya sekadar ajang perlombaan, tetapi juga wadah untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Saya berharap kegiatan ini terus berlanjut dan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mengembangkan literasi, kreativitas, serta berpikir kritis di era digital yang serba cepat.”
Dengan semangat yang sama, Gebyar Bahasa dan Sastra Indonesia ke-13 diharapkan dapat menjadi ruang apresiasi yang memperkuat eksistensi bahasa Indonesia di tengah kemajuan zaman, sekaligus meneguhkan komitmen sivitas akademika UMMI dalam memajukan budaya literasi dan kebahasaan di Indonesia.



