
BEM UMMI Adakan Audiensi Dengan Wakil Bupati Kabupaten Sukabumi
Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi (BEM UMMI) mengadakan audiensi dengan Wakil Bupati Kabupaten Sukabumi, Akhmad Jajuli di Gedung Pendopo Sukabumi. Selasa, (7/04/2014).
Awalnya, agenda dari kegiatan tersebut adalah saresehan dengan Bupati Kabupaten Sukabumi sekaligus memperkenalkan kawan-kawan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah (BEM PTM) Zona II (Jakarta-Jabar-Banten), tetapi karena Bapak Bupati belum bisa hadir, beliau mengamanatkannya kepada Sekda Kabupaten Sukabumi, Adjo Sudarjono.
Setelah menunggu lebih dari dua jam, ternyata Bapak Adjo belum juga datang, dan juga tidak ada kabar sama sekali tentang ketidak datangannya ke pendopo. Akhirnya, mahasiswa yang sudah lama menunggu dan belum mendapatkan kabar tesebut muali emosi.
“Setelah kami menunggu lama dari waktu yang telah ditentukan, Pak Sekda tak kunjung hadir di pendopo untuk menemui kami, jelas saja kami kesal,” Kata ketua BEM UMMI, Ahmad Rizal sewaktu diwanwancarai oleh Radar Sukabumi.
Kedatangan mahasiswa ke Pendopo Kabupaten Sukabumi tidak berniat untuk melakukan kekacauan, melainkan untuk melakukan audiensi terkait masalah-masalah yang kini terjadi di Kabupaten Sukabumi.
Adapun masalah-masalah tersebut diantaranya adalah tentang perijinan pembangunan pabrik-pabrik di Kabupaten Sukabumi yang dianggap tidak berdampak baik bagi masyarakat sekitar. Selain itu, ada juga permasalahan tentang Rumah Kreatif yang berada di Kecamatan Baros, Rumah Kreatif tersebut sampai saat ini tidak jelas fungsinya, sedangkan pendanaan untuk Rumah Kreatif tersebut trus mengalir begitu saja tanpa adanya transfaransi yang jelas.
Akhirnya setelah lama menunggu, Wakil Bupati Sukabumi, Akhmad Jajuli menemui mahasiswa yang marah tersebut. Namun, jajuli tidak mengetahui persoalan audiensi para pengurus BEM gabungan tesebut.
“Saya datang kesini untuk mencegah kericuhan, dan kebetulan saya sedang berada di Sukabumi karena keadaan saya kurang sehat,” Akunya.
Dengan dibantu aparat yang berjaga, akhirnya para pengurus BEM tersebut bisa dibujuk dan diajak masuk kedalam ruang pendopo untuk membicarakan persoalan ajuannya itu.
Wakil Bupati ini mengaku, usulan yang disampaikan mahasiswa tersebut memang bagus dan dirinya sangat merespon.
Rencananya kegiatan diskusi dan audiensi tersebut akan dilanjutkan kembali di lain waktu, karena para mahasiswa bertekad tidak akan berhenti berjuang sebelum apa yang mereka perjuangkan bisa tercapai.(kr)
Dikutip dari www.radarsukabumi.com



