
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP Kunjungi UMMI
Auditorium, ummi.ac.id – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadzir Effendy, melakukan kunjungan kerja ke UMMI, Kamis (31/8/2017).
Kedatangan Mendikbud ke UMMI dalam rangka Silaturrahim dan Pembinaan terhadap perwakilan kepala sekolah SD, SMP, dan SMA se – Kota dan Kabupaten Sukabumi. Turut hadir dalam acara ini juga Walikota Sukabumi, Dosen serta Mahasiswa UMMI.
Saat masuk ke UMMI, Menteri langsung di sambut oleh organisasi ortonom Muhammadiyah seperti IPM, IMM, HW dan KOKAM.
Dalam kesempatan tersebut Mendikbud memberikan penjelasan terkait penerapan penguatan pendidikan karakter.
Mendikbud menyebutkan, Permendikbud no 23/2017 sebagai pintu masuk penerapan PPK melalui pengaturan jam kerja guru. Kepada para kepala sekolah. Disampaikannya, justru program PPK akan memperkuat madrasah diniyah (Madin).
Dilanjutkannya, penguatan pendidikan karakter menitikberatkan pada lima nilai karakter utama, yaitu religius, nasionalis, gotong royong, mandiri, dan integritas. Dengan demikian, Madin dapat diintegrasikan dengan pembentukan karakter religius siswa.
Muhadjir juga mengungkapkan, justru Madin akan semakin tumbuh, karena dapat dijadikan sebagai salah satu sumber belajar yang dapat bersinergi dengan sekolah dalam menguatkan nilai karakter religius bagi siswa muslim.
Dalam PPK, lanjut Mendikbud, seorang guru harus mampu mencatat bakat dan potensi yang dimiliki oleh siswa-siswinya.
"Untuk itu pembelajaran tidak hanya mengandalkan kelas. Guru harus bisa mengajak siswa lebih aktif, memecahkan masalah, bekerja di dalam tim, saling menghormati dan menghargai," tutur Mujadjir.
Menurut Mendikbud, salah satu sentral dari kesuksesan pendidikan berkarakter adalah guru serta menjadi pihak yang harus bisa membangun sinergi tripusat pendidikan.
"Tripusat itu adalah sekolah, masyarakat dan keluarga. Guru harus mampu menjadikannya beririsan satu sama lain sehingga siswa terbentuk karakternya tidak hanya dari jam tatap muka di kelas saja tetapi juga dengan lingkungan dan masyarakat," ungkap Muhadjir.



