
Seminar Pertanian : Mahasiswa Pertanian UMMI Dibekali Islamic Agripreneurship
Auditorium UMMI, ummi.ac.id – Fakultas Pertanian dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian UMMI hari Sabtu, 29 Juli 2017 menyelenggarakan Seminar dan Pelatihan Islamic Agripreneurship dengan tema “Pengembangan Potensi Ekonomi Ummat Berwawasan Lingkungan.”
Seminar dan Pelatihan Agripreneurship merupakan salah satu program peningkatan daya saing Fakultas Pertanian dalam hal ini Program Studi Agribisnis dan Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan. Kegiatan ini juga merupakan upaya untuk mencapai visi misi Fakultas Pertanian yg memiliki motto Enterpreneurship Faculty.
Seminar dimulai pukul 08.30 dibuka langsung oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukabumi, Endang Sumitra, S.Ag.,M.Pd. Sebanyak 200 peserta hadir dalam seminar ini yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, petani serta masyarakat umum.
Hadir sebagai keynote speech dalam seminar ini Direktur Pusdiklat Tahfidz dan Kewirausahaan An-Nahlu Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. H Ade Novli, M.A., M.Pd.I.
Dalam keynote speechnya Dr. Ade Novli mengajak peserta untuk menjadi wirausaha dibidang pertanian. Karena dengan melihat potensi yang ada khususnya di Sukabumi peluang dalam berbisnis pertanian ini sangatlah besar.
Kemudian acara dilanjut dengan pelatihan Hidroponik Sayuran dengan Memanfaatkan Limbah Stryofoam, botol bekas dengan pembicara Neneng Kartika Rini, S.P, M.P. (Dosen Program Studi Agribisnis) dan pelatihan Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga untuk Pakan Ikan : Ujang Dindin, S.Pi, M.Si (Dosen Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan)
Dekan Fakultas Pertanian UMMI, Dr. Amalia Nur Milla, M.P mengatakan, “Pelaksana kegiatan adalah Badan Eksekutif Mahasiswa Pertanian, saya sangat bangga BEM Faperta dapat menyelenggarakan kegiatan ini. Hal ini menunjukkan kualitas mahasiswa fakultas pertanian yang sudah baik, yangg ditandai dengan kehadiran peserta pelatihan yang cukup baik. Secara internal panitia mengundang mahasiswa, keluarga besar Muhammadiyah yang terdiri dari mulai Pimpinan Daerah. Majelis, organisasi otonom Muhammadiyah seperti Aisyiyah hingga sekolah-sekolah Muhammadiyah dan Aisyiyah. Secara eksternal panitia mengundang perwakilan sekolah-sekolah SMA Sederajat, organisasi petani, organisasi pemuda, dan masyarakat umum.”
“Sangat bersyukur kegiatan ini dapat terlaksana melibatkan unsur persyarikatan Muhammadiyah sebagai realisasi kerjasama dan melibatkan pihak luar atau masyarakat umum khususnya generasi muda agar tertarik pada bidang pertanian sebagai sektor yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, meningkatkan perekonomian ummat dengan menggali potensi lokal berwawasan lingkungan. Agar limbah atau sampah organik dan an organik yang tidak bermanfaat bisa menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis, sehingga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat,” tutup Dr. Amalia.



