
Ketua MUI Pusat Pimpin Sholat Idul Fitri UMMI
Sukabumi, ummi.ac.id –Idul Fitri 1438 H / 2017 M jatuh pada hari ini, Minggu (25/06/17). Dalam rangka hari raya umat Muslim tersebut, UMMI mengadakan pelaksanaan ibadah sholat Idul Fitri di Lapangan Kampus Gedung Barchoya Mansur. Sivitas academika dan masyarakat sekitar UMMI berbondong-bondong untuk menunaikan sholat Idul Fitri berjamaah yang dimulai pukul 06.45 WIB.
Rektor UMMI, Dr. Sakti Alamsyah hadir bersama jamaah hadir sekitar pukul 06.20 WIB. Begitu sampai, Rektori langsung berjalan ke depan dan mengisi saf pertama. Ia duduk satu saf bersama ketua Badan Kehormatan Mesjid (BKM) mesjid Al-Umm, Dr. Darmo H Suwiryo, M.Pd., M.M. Rektor terlihat mengenakan setelan koko putih, sorban putih serta peci hitam.
Pelaksanaan sholat Idul Fitri diimami oleh Ketua MUI Pusat Bidang Hubungan Luar Negeri Dr. KH. Muhyidin Junaidi Lc. MA, yang kemudian juga menyampaikan khutbah dengan judul "Kemenangan yang Diraih oleh umat Islam Setelah Berpuasa". Beliau menyampaikan 3 kemenangan yang harus diraih umat islam setelah berpuasa diantaranya, pertama kemenangan mental spritual, kedua kemenangan emosional, dan yang ketiga kemenangan intelektual.
Beliau menyampaikan kemenangan mental spritual sangan penting untuk memantapkan aqidah dan iman yang bisa diraih dengan cara penghambaan secara totalitas kepada Allah SWT melalui ibadah-ibadah dan tawakal. Beliau menceritakan dengan mental spritual di jaman rasulullah mampu mengalahkan berbagai tantangan dan mengatasi problematika yang dihadapi umat saat itu walaupun umat islam saat itu jumlahnya masih minim.
Yang kedua kemenangan emosional, kemenangan ini dapat diraih dengan memenuhui 2 unsur. Allah menciptakan kita dengan 2 unsur, unsur jasad dan unsur rohani. Kedua unsur ini membutuhkan asupan makanan, rohani membutuhkan makanan spritual, dan jasad membutuhkan makanan yang dapat bertahan hidup.
Yang ketiga tutur yang juga menjabat sebagai pimpinan hubungan luar negri pimpinan pusat Muhammadiyah ini mengatakan Kemenagan intelektual yaitu ketika pemikiran yang harus dilapisi dengan wahyu dan iman, kerena tanpa kedua hal tersebut pemikiran menjadi liar.
Pada akhir kutbahnya, Muhyidin mengajak agar meningkatkan kepedulian. Membuka hati, mata dan telinga untuk bergerak terhadap membantu sesama. Sholat ini diakhiri oleh doa bersama yang dipimpin olehnya, memanjatkan syukur atas segala karunia-Nya dan memohonkan kebaikan untuk umat, bangsa negara dan persyarikatan.



